Jakarta (11/12) – Terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor kini telah resmi beroperasi pada Selasa, 10 Desember 2019. Terminal megah ini hadir sebagai wujud komitmen Angkasa Pura I kepada masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kebandarudaraan. Terminal ini dibangun dengan tanpa meninggalkan unsur budaya Kalimantan Selatan, konsep “Jewel of Borneo” diusung sebagai kebanggaan terhadap kekayaan tanah Kalimantan. Desain bandara yang menyerupai intan permata dengan bentuk atap gedung terminal seperti menyerupai ciri khas perahu jukung diangkat guna menggambarkan keunikan pasar terapung Sungai Barito.

Pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin ini merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity yang terjadi. Terminal baru ini dibangun dengan dilengkapi pembangunan darat meliputi pembangunan terminal beserta landscape, Gedung kargo serta pembangunan sisi udara meliputi apron.

Kapasitas yang dimiliki pun lebih luas dibandingan terminal yang lama, yaitu memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi. Tak ketinggalan terminal baru ini juga mengedepankan eco airport yang terlihat dari pemanfaataan maksimal sumber cahaya matahari sebagai penerangan di dalam terminal secara keseluruhan. Selain itu terminal baru ini juga dapat menampung sebanyak 7 juta penumpang per tahun, yang mana 5 kali lebih besar dibandingkan terminal lamanya.

Angkasa Pura Property juga turut menyediakan People Mover System berupa fasilitas 3 unit garbarata (aviobridge), 8 unit escalator, dan 6 unit lift guna memudahkan pergerakan penumpang dan tentunya kenyamanan pengunjung. Terminal baru ini ditunjang dengan 42 unit counter check-in, 3 unit conveyor belt dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi. Di sisi luar terminal pun disediakan lahan parkir dengan luas 34.360 meter persegi untuk kendaraan roda 4, begitupula 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.

Difasilitasi pula dengan adanya terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton per tahun, sedangkan apron bertambah luas menjadi 129.812 meter persegi yang mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dengan daya tamping 8 pesawat narrow body.

Bandara cantik nan megah ini juga tak melupakan kenyamanan dan kebutuhan penumpang dengan memfasilitasi mulai dari tenant kuliner, lounge VIP, hingga hotel yang kini masih sedang dalam proses pembangunan oleh Angkasa Pura Property dan akan selesai pada April 2020.

Diharapkan dengan hadirnya terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor dapat meningkatkan kenyaman pengguna jasa udara dan tentunya sebagai pintu gerbang perekonomian maupun wisata di Kalimantan Selatan.