Jakarta (2/7) – Seiring dengan telah beroperasinya Bandara YIA di Kulonprogo yang telah dimulai sejak April 2019 lalu maka pengembangan kawasan di sekitar bandara juga perlu dipersiapkan. Angkasa Pura Property bersama Angkasa Pura I telah menyiapkan lahan seluas 83 Ha untuk dikembangkan menjadi kawasan Airport City.

Pengembangan kawasan Airport City di Kulonprogo berpotensi besar melihat kapasitas penumpang yang cukup besar yaitu 14 juta penumpang/tahun. Saat ini di sekitar kawasan Bandara YIA telah banyak dilakukan rencana pengembangan kawasan baik oleh PEMDA setempat maupun pihak swasta. Hal ini dapat dilihat dari adanya supply atas lahan-lahan yang sudah dikavling siap bangun untuk perumahan dan tingginya harga beli lahan di sekitar Bandara YIA. Oleh karena itu, Angkasa Pura Property berusaha mengejar waktu untuk menjadi yang pertama mengembangkan kawasan Airport City yang merupakan kawasan yang terintegrasi dengan kawasan Bandara YIA dengan mengusung konsep Cultural and Leisure.

Dengan lahan seluas 83 Ha, Angkasa Pura Property berencana untuk mengembangkan lahan tersebut ke dalam 5 cluster pengembangan yang ditujukan untuk dapat menarik pasar tidak hanya dari kota/kabupaten setempat namun juga dapat menjadi pusat kegiatan cultural and leisure dalam skala nasional maupun internasional. Hal inilah yang rencananya akan diimplementasikan oleh 5 cluster tersebut yang terdiri dari Mixed Used (Residensial & Komersial), Hotel & MICE, Retail & Outlet, Cargo Village, Theme Park, Cluster serta Rumah Sakit & Pusat Edukasi.

Dalam mengembangkan kawasan Airport City YIA ini APP akan mencari partner untuk berinvestasi. Tentu saja hal ini menjadi tantangan sendiri bagi perusahaan yang baru akan memulai untuk mengembangkan kawasan dengan skala yang cukup besar. Diharapkan pengembangan kawasan ini dapat melengkapi kebutuhan dari bandara sesuai dengan konsep besar Airporty City YIA yang bertemakan Cultural and Leisure.

Share